Postingan

RUMAH KOSONG

 Maaf, ucapku kepada sesuatu. Aku tidak bisa memberikan argumen yang layak untukmu. Maaf, kita tahu bahwa setiap pertemuan ada perpisahan. Ucap kawan lama, kini engkau akan pergi dan mengorbangkan kami ini. Tidak, itu kesalah pahaman. Mengapa meninggalkan kami ? Aku tidak meninggalkan kalian, tapi aku tetap ada di dalam jiwa kalian.  Aku akan membantu kalian dari apa yang aku bisa, itulah ucapku kepada mereka-mereka yang tidak memahami sebab meninggalkan tempat di mana kita di pertemukan. Teruslah optimis dan progres, tugasku sudah selesai, tapi dengan teori kemungkinan ini. Semoga kalian paham bahwa keluar dari tempat itu sungguh berat rasanya, antara duka dan sedih atau bertahan dan memulai bersama lagi.   Tapi tidak bisa di pungkiri bahwa di antara kita tidak ada apa-apa, semua hanya kepentingan belakah mengapa demikian. Ya, manusia tidak ada yang saling memahami. Mereka berpura-pura dan seolah-olah yang paling menderita dan ujung-ujungnya saling menyalahkan satu ...

KATA-KATA

 Pagi itu terasa di antara menyedihkan dan bahagia, aku tersenyum sendiri melihat kelakuan yang pernah ku perbuat. Entah apa yang merasukiku, kehilangan diri sendiri adalah salah satu cara untuk memeluk keterpurukan dengan dimensi kebahagian. Ya, namanya juga manusia. ia pasti pernah mengalami stagnasi dan dia hanya merenungkan apa-apa yang sudah terjadi padanya. Maka kegelisahan itu, aku tuangkan dalam bentuk kata dan tulisan.  Maaf, Aku membuatmu merasah tertekan dengan keputusan yang ku lontarkan dan kamu hanya terdiam. Maaf, Kata-kata ini hanya berupah pesan untuk menghidupkan semangatmu. Aku tersenyum, imanji terus menghantui diriku, sungguh seakan-akan aku sudah sampai pada titik kepasraan. Tak apa, suatu saat mungkin kita akan di pertemukan pada dimensi yang berbeda, Ya kita tidak tahu kemana hidup ini akan membawa kita. Apakah benar demikian ?  Pagi itu hanya di temani secangkir kopi, Tembakau, musik, dan buku yang menumpuk di hadapanku. Lalu imanji mengajakku unt...

Malam

 " Malam itu, aku merasa tegang terjebak di suatu tempat yang asing. Tempat yang bahkan tidak pernah ku banyangkan di mana aku tidak perlu tersenyum atau mengangkat bahu: Selain, tidak tahu. Dan, aku tidak ingin menjanjikan apapun. Selain, merapal namamu kala sepertiga malam, sepanjang umur. Terlepas dari berperan sebagai siapakah kamu di dalam kehidupanku pada masa depan.  Menebarkan di dalamnya pengalaman mengenal dan menebar cinta kepada siapa saja. Aku merenung, bahwa harus ada perenungan dalam setiap pengalaman manusia.  Tapi aku, memikirkan bahwa tidak ada orang yang memahami aku. Aku terbuang jauh dan aku takut pulang. Tapi, aku akan menaburkan bunga mawar di jalan-jalan yang telah ku singgahi. Malam aku merasa kekosongan, aku terseret arus laut dan tak ada yang menolong ku. Lalu kepada siapa aku akan mengandu lagi ? Apakah kepada manusia, apakah kepada laut, apakah kepada bumi, gunung, bintang, matahari, dan Bulan ? Rasanya aku telah tiada, rasanya aku mau pulang....

Langit Dan Bumi

  Kepada langit dan bumi, ku panjatkan doa dan harapan. Aku telah kehilangan diriku, tolong kembalikan diriku yang separuh lagi. Langit engkau adalah cakrawala yang luas dan terbentang tanpa ada yang tahu di mana letak batasmu.  Bumi engkau adalah cakrawala yang luas, engkau adalah pengetahuan, engkau adalah kitab ilahi. Lalu mengapa manusia merusak mu ? mengapa engkau diam tak kalah engkau di rusak. Kepada serigala yang terus mengintai bumi. Kenapa engkau merusak bumi ? dan membunuh manusia-manusia yang memberontak ?  Mereka hanya mencari keadilan di bumi, karena keadilan tak ada di langit. kepada serigala yang terus-menerus mencari mangsa. mangsa mana lagi yang engkau akan culik ? mengapa engkau tak menculik tikus-tikus saja. Apakah karena mereka kawanan👀mu ?  Sampai kapan engkau akan mencari mangsa lagi ? Apa yang engkau harapkan bumi ? dari serigala baru ini, bukanka lingkungan hidupmu hanya di penuhi serigala ? Kepada langit, bangkitlah dari tidur panjangmu, se...

RUNTUH

 Mari selesaikan ini dengan tidak bertemu di kebetulan mana pun. Tidak sanggup bila luka yang ku jahit kembali menganggap ketika berpapasan denganmu. Tatapanmu kini tidak lagi menghadirkan cinta, tapi menghadirkan luka yang mendalam.  Meski Tuhan terus mempertemukan kita di kebetulan mana pun. Aku akan berusaha keras untuk menjauh darimu, di saat hati masih menginginkanmu. Sesadis apa pun dirimu menghancurkan ku, tenang saja akan selalu kuingat bahwa kau pernah sebaik itu padaku.  Mari menjadi orang asing yang pernah mengukir kisah kasih, di mana hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya. Semoga air mataku tidak menjadi bencana yang mengguncang kehidupanmu ketika memulai kisah baru, tanpa mengakhiri kisahmu denganku. Ini Belum sepenuhnya selesai, seharusnya. Ada banyak hal yang masih sulit untuk dijelaskan, bagaimana dan kenapa aku pergi tanpa ada sepatah kata penenang. Aku tau sakit mu, aku paham bagaimana rasa hati yang tiba-tiba terkunci padahal sebelumnya bebas me...

BINATANG JALAN

 Binatang jalan, di persimpangan jalan. Dia menunggu mangsa untuk di jadikan santapan. Binatang berwujud manusia tapi tingkah nya lebih rendah dari binatang.  Ada apa dengan binatang jalan itu ? Mengapa kau hidup ? Kenapa tak mati saja ? Kau binatang jalan, penuh ambisi dan melacur kesana kesini demi kekuasaan.  Apakah ini perwujudan dari binatang yang sesungguhnya? Berkawan dengan segerombolan binatang. Tak tahu malu, sungguh tak tahu malu.  Binatang jalan, mengapa engkau tak pergi saja ? Mengapa masih mempertahankan kekuasaan mu ? Bukankah, engkau sudah tahu binatang-binatang lain mengamuk untuk mengambil kesempatan juga. Lalu, siapakah binatang jalan itu ?  Kemanakah engkau akan merangkak, dasar binatang jalan. Apakah engkau pantas di sebut manusia ? Apakah engkau pantas di sebut pemimpin ? Apakah engkau pantas di sebut laki-laki ?  Kamis, 29 Agustus 2024

KAU

  Sekarang aku mau buat sajak-sajak percintaan, walaupun tak tahu antara cinta dan cantik Apakah aku akan mati tanpa menemukan cinta ? Apakah aku tetap hidup walaupun tak menemukan cinta ?  Di manakah posisi aku sekarang ini ? Apakah mengenal cinta itu keliru ? Atau tidak mengenal cinta juga keliru ? Lalu, metode apa yang layak untuk menyatakan cinta itu ? Apakah aku keliru menafsirkan ayat-ayat cinta ? Cinta terkadang hanya di bumbui kata-kata manis belaka. Tanpa kita sadari cinta terkadang membuat kita bodoh, penuh ambisi, dan hanyut tanpa tahu arah. Apakah ada cinta ? Selamat tinggal, Hanya untuk mereka yang mencintai dengan matanya. karena bagi mereka yang mencintai dengan hati dan jiwa nya tidak ada yang namanya perpisahan. Hati dan jiwa itu tidak mengenal perpisahan fisik. Sejauh apapun dirimu, engkau tetap ada dalam diriku Salam literasi Sinjai 27\08\2024